Psikologi adalah
suatu ilmu yang mempelajari tingkah laku manusia dalam hubungan dengan
lingkungannya. Aspek psikis manusia pada dasarnya merupakan satu kesatuan
dengan sistem biologis, sebagai sub sistem dari eksistensi manusia, maka aspek
psikis selalu berinteraksi dengan keseluruhan aspek kemanusiaan. Karena itulah aspek
psikis tidak dapat dipisahkan untuk melihat sis jiwa manusia. Ada beberapa
aspek psikis yang turut berpengaruh terhadap kesehatan mental, antara lain :
1. Pengalaman awal
Pengalaman
awal merupakan segenap pengalaman-pengalaman yang terjadi pada individu
terutama yang terjadi di masa lalunya. Pengalaman awal ini adalah merupakan
bagian penting dan bahkan sangat menentukan bagi kondisi mental individu di
kemudian hari.
2. Kebutuhan
Pemenuhan
kebutuhan dapat meningkatkan kesehatan mental seseorang. Orang yang telah
mencapai kebutuhan aktualisasi yaitu orang yang mengeksploitasi dan segenap
kemampuan bakat, ketrampilannya sepenuhnya, akan mencapai tingkatan apa yang
disebut dengan tingkatan pengalaman puncak.
Dalam
berbagai penelitian ditemukan bahwa orang-orang yang mengalami gangguan mental,
disebabkan oleh ketidakmampuan individu memenuhi kebutuhan-kebutuhannya.
Kebutuhan yang dimaksud di sini adalah kebutuhan dasar yang tersusun secara hirarki.
Kebutuhan biologis, kebutuhan rasa aman, meliputi kebutuhan dicintai, kebutuhan
harga diri, pengetahuan, keindahan dan kebutuhan aktualisasi diri.
·
Gangguan
dan Penyakit Jiwa
1.
Psikosomatik
Adalah
penderita yang menemukan kelainan-kelainan atau keluhan. Pada tubuhnya yang
disebabkan oleh faktor-faktor emosional melalui syarat yang menimbulkan
perubahan yang tidak mudah pulihnya, misalnya : sulit tidur jika banyak
masalah, hilang nafsu makan, makan berlebihan.
2.
Kelainan
kepribadian
Penderita
sulit untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial. Misalnya orang suka
meledak emosinya.
3.
Retardasi
mental
Adalah
keterbelakangan atau keterlambatan perkembangan jiwa seseorang.
Contoh
dalam memahami sesuatu ilmu pengetahuan yang baru di dapat atau kata-kata baru,
cara pemahamannya terlalu lama.
4.
Rasionalisasi
Dimana
penderita sering memutarbalikkan fakta yang bersangkutan dengan ego individunya
sendiri atau dalam arti lain memutarbalikkan hati nuraninya sendiri yang
mengakibatkan kepercayaan diri hilang.
5.
Neurosis
Adalah
gangguan jiwa yang penderitanya masih dalam keadaan sadar, dengan melalui
ketidakberesan tingkah laku, susunan syaraf juga karena sikap seseorang
terhadap orang lain.
Ciri-ciri
neurosis meliputi : sering adanya konflik, reaksi kecemasan, kerusakan
aspek-aspek kepribadian, phobia, gangguan pencernaan.
Seseorang
yang terkena neurosis mengetahui bahwasanya bahwa jiwanya terganggu, baik
disebabkan gangguan jasmani dan jiwanya sendiri.
6.
Psikosis
Pada
psikosis ini penderita sudah tidak dapat menyadari apa penyakitnya, karena
sudah menyerang seluruh keadaan netral jiwanya.
Ciri-cirinya
meliputi :
v Disorganisasi proses pemikiran
v Gangguan emosional
v Disorientasi waktu, ruang
v Sering atau terus berhalusinasi
·
Terapi
Gangguan Jiwa
Terapi
di sini mengandung arti proses penyembuhan dan pemulihan jiwa yang benar-benar
sehat. Di antaranya terapi-terapi yang digunakan meliputi beberapa bentuk :
a.
Terapi
holistic, yaitu terapi yang tidak hanya menggunakan obat dan ditujukan kepada
gangguan jiwanya saja, dalam arti lain terapi ini mengobati pasien secara
menyeluruh
b.
Psikoterapi
keagamaan, yaitu terapi yang diberikan dengan kembali mempelajari dan
mengamalkan ajaran agama
c.
Farmakoterapi,
yaitu terapi dengan menggunakan obat. Terapi ini biasanya diberikan oleh dokter
dengan memberikan resep obat pada pasien.
d.
Terapi
perilaku, yaitu terapi yang dimaksudkan agar pasien berubah baik sikap maupun
perilakunya terhadap obyek atau situasi yang menakutkan. Secara bertahap pasien
dibimbing dan dilatih untuk menghadapi berbagai objek atau situasi yang
menimbulkan rasa panik dan takut. Sebelum melakukan terapi ini diberikan
psikoterapi untuk memperkuat kepercayaan diri.
Setiap
manusia pasti pernah mengalami kesehatan mental. Baik itu berupa depresi,
stress dan sebagainya. Oleh karena itu setiap orang yang mengalami kesehatan
mental harus melakukan terapi-terapi yang sudah diterapkan, agan kesehatan
mentalnya tidak terganggu lagi. Psikis manusia jika
tidak dijaga akan menimbulkan suatu gangguan jiwa yang lambat laun dibiarkan
akan menjadi suatu beban yang berat bagi penderitanya. Di antara gangguan
psikis meliputi psikosomatik, kelainan kepribadian, retardasi mental,
rasionalisasi, neurosis, dan psikosis, yang dari gangguan jiwa itu disebabkan
karena ada faktor yang mempengaruhinya meliputi pengalaman awal, proses
pembelajaran, dan kebutuhan. Dengan adanya gangguan jiwa karena pengaruh
tersebut dibutuhkan terapi penyembuhan sampai manusia dinyatakan benar-benar
sehat baik jasmani maupun psikisnya.
Referensi
: http://blogkesehatanmental.wordpress.com/2011/03/29/definisi-kesehatan-mental/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar